Kategori
Otomotif

RB16B: Mobil Terakhir Bermesin Honda

Red Bull

TorakID- Kalah dari penguasa utama, Mercedes memang tidaklah menyenangkan bagi Red Bull. Hanya meraih dua kemenangan saja di perhelatan ulang tahun ke-70 F1 (balapan kedua GP Inggris) dan seri Abu Dhabi melalui Max Verstappen rasanya seperti tidak begitu baik bagi kubu
banteng merah. Pebalap asal Belanda ini juga meraih 5 kali podium kedua dan 3 kali podium ketiga selama musim lalu membuatnya meraih 214 poin atau berada di posisi ketiga. Sialnya, Alexander Albon yang menjadi rekan setimnya hanya berada di posisi ketujuh dengan dua kali podium ketiga dan berada di posisi ketujuh klasemen. Pebalap Thailand ini kalah dari Carlos Sainz (pebalap Mclaren saat itu sebelum pindah ke Ferrari musim 2021) dengan perolehan poin sama persis yakni 105 poin. Peforma menurun akhirnya membuat pembalap yang lahir di London, Inggris ini didepak dari skuad Red Bull dan hanya membalap di DTM (balap GT Jerman) musim 2021.

Sementara, Sergio Perez yang berhasil berada di posisi keempat dengan 1 kemenangan dan 1 kali posisi kedua serta mengumpulkan 125 poin masuk ke kubu Red Bull musim ini menggantikan Albon. Pebalap asal Meksiko ini sebelumnya malang melintang di Sauber, Mclaren dan Racing Point sebelum berakhir di Red Bull musim 2021. Pebalap yang pernah mengikuti A1GP dan GP2 (Formula 2) ini sudah membalap selama 191 kali dan meraih 10 kali podium selama berkarier di F1. Musim lalu adalah musim terbaik dirinya berlaga di F1 karena berhasil berada di posisi keempat setelah sebelumnya hanya bisa berada di posisi 10 besar saja. Dengan peforma bagus selama berkarier bersama Racing Point, dia dipasangkan bersama Verstappen guna membalap dengan mobil RB16B. Mobil modifikasi dari musim 2020 yang meraih posisi kedua klasemen konstruktor
dengan 319 poin.

Tahun 2021 ini akan menjadi musim terakhir Red Bull Racing bekerjasama dengan Honda sebagai pemasok mesin. Pabrikan Jepang itu telah menyatakan tidak akan melanjutkan program mesin Formula 1 setelah musim 2021 tahun lalu, meski begitu Red Bull akhirnya mencapai kesepakatan untuk membeli hak paten atas mesin Honda yang disuplai mereka demi dikembangkan sendiri. RB16B adalah mobil terakhir bermesin Honda sebelum perubahan total terjadi mulai musim depan.


Dilansir The Race, Honda menggunakan desain mesin yang mulanya direncanakan untuk 2022 di musim ini. Hal ini sebagai tanda komitmen besar Honda untuk memberikan akhir yang manis bersama Red Bull dan memberi salam perpisahan yang mengesankan dari F1. “Situasi ini cukup sulit bagi kami dari segi mesin. Sekarang waktunya adalah bagaimana kami mendekati, menyamai, lalu melewati mereka (Mercedes). Setiap bagian mesin harus berkembang. Tenaga mesin dan ERS kami akui masih memiliki kekurangan,” ucap Tanabe.

Perbaikan pada semua lini pada tahun ini harus terus dilakukan. Jika musim ini justru menjadi ulangan cerita lama Red Bull yang selalu berulang sejak era hibrida, maka Red Bull harus puas di posisi kedua dengan jarak yang terpaut jauh. Bagaimanapun, Red Bull dan Honda harus terus bekerja sangat dekat dan penuh fokus untuk menutup 2021 dengan manis, atau justru membuat blunder dan mengakhirinya dengan pahit.

Kategori
Otomotif

Andalkan AT02 Dan Yuki Tsunoda: Alpha Tauri Siap Raih Hasil Maksimal Di 2021

Alpha Tauri

TorakID- Tim ini musim lalu merupakan salah satu tim yang dikenal ajaib, mengapa tidak karena tim ini sudah menjuarai salah satu balapan paling penting yakni GP Italia di Monza. Adalah Pierre Gasly yang melakukannya untuk tim Alpha Tauri dengan AT01. Hasil ini merupakan pencapaian terbaik yang dulu pernah dilakukan tim yang dulunya bernama Toro Rosso sejak 2008 melalui Sebastian Vettel dengan mobil STR3. Gasly adalah pebalap Perancis pertama yang meraih kemenangan di era mesin V6 dan mengakhiri musim 2020 dengan 75 poin atau sama poinnya dengan pebalap Lance Stroll saat masih berseragam Racing Point ( Gasly meraih posisi kesepuluh klasemen pebalap sedangkan Stroll posisi kesebelas).

Alpha Tauri yang merupakan merek fashion Red Bull ini juga merambah dunia balap GT dengan mengikuti balapan DTM musim 2021 siap meningkatkan peforma positif musim lalu dimana mereka berada di posisi ketujuh klasemen konstruktor dengan 107 poin. Tim asal Faenza, Italia ini resmi memperkenalkan senjata mereka dengan nama AT02.

Mobil balap musim 2021 ini berbeda dengan MCL35M milik Mclaren dimana mobil ini memiliki livery berbeda meski nyawa AT01 masih ada di AT02. AT01 yang memiliki wara dominan putih-hitam dirubah oleh AT02 dengan livery berwarna biru gelap-putih. Pada susunan formasi pebalap, gagalnya Daniel Kvyat yang tidak bisa meraih hasil positif karena meraih 32 poin atau posisi ke-14 musim lalu membuat tim Alpha Tauri mendepaknya dan digantikan oleh Yuki Tsunoda.


Yuki adalah pebalap Jepang pertama di era mesin V6 setelah Kamui Kobayashi menggeber Caterham di musim 2014. Yuki adalah juara balap F4 Jepang musim 2014 sekaligus pernah meraih posisi ketiga bersama Carlin di F2 tahun lalu dengan 3 kemenangan dan 7 kali podium. Pebalap yang pernah berlaga di balap Grand Prix Makau ini adalah jebolan Honda Formula Dream sekaligus pebalap Jepang terakhir pengguna mesin berlogo huruf H ini sebelum mesin Honda dimiliki Red Bull musim depan akibat mereka memutuskan mundur di akhir musim ini demi membangun pasar mobil ramah lingkungan.

“Pada 2020, Scuderia AlphaTauri merupakan tim papan tengah, dan kami bertarung dengan sukses melawan tim-tim lain seperti McLaren, Renault, dan Racing Point. Namun, target kami tahun ini adalah tampil konsisten di bagian depan papan tengah ini dan memperbaiki diri lebih jauh.

“Demi meraih target ini, kami harus menghindari masalah reliabilitas dan finis di semua balapan dalam zona poin. Ini hanya bisa terjadi jika kami tak melakukan kesalahan apa pun. Jadi, kami harus 100% fokus pada tugas kami, balapan demi balapan, di dalam maupun di luar trek, karena para kompetitor kami juga bertarung dengan gigih.

“Kami akan bekerja sebaik mungkin demi menyediakan pertunjukan seru bagi semua penggemar F1, yang saya harapkan bisa kembali sesegera mungkin mengisi tribun-tribun.” unkap Franz Tost selaku Tim Principal melalui siaran persnya. Semoga saja Alpha Tauri bisa meraih kemenangan lagi supaya mereka mengulangi musim lalu dengan hasil positif dengan AT02.

Kategori
Otomotif

F2 Inggris: Illot Dan Tsunoda Kuasai Silverstone

Uni Virtuosi

TorakID- Balapan ketiga dan keempat Formula 2 2020 yang bergulir di Silverstone Inggris pada 8-9 Agustus memberikan balapan yang menarik dan tentunya memberikan tempat pebalap tuan rumah untuk berjaya di negerinya. Setelah Daniel Ticktum dari Dams menjadi jawara balapan kedua pada 2 Agustus lalu maka ada seseorang yang meraih juara pertama di balapan ketiga Formula 2.

Adalah Callum Illot yang menjadi kampiun di tanah negerinya sendiri. Pemimpin klasemen pebalap ini sukses mengalahkan peringkat
kedua klasemen pebalap Christian Lundgaard dari ART dan Jack Aitken dari Campos. Sayangnya di balapan terakhir atau keempat Illot harus puas di posisi keenam. Balapan keempat yang digulir pada 9 Agustus dimenangi Yuki Tsunoda dari Carlin. Ia berhasil selamat dari cengkraman dua pebalap Prema yakni Robert Shwartzman dan Mick Schumacher dimana mereka berdua saling bertubrukan di lap penentuan. Mick berhasil finis kedua setelah kembali ke lintasan sedangkan Robert harus puas di posisi
ke-13. Seakan bermain aman, Aitken kembali mengisi podium ketiga di balapan kedua. Pebalap Campos ini seakan memiliki keuntungan di seri kandang pada balapan ketiga dan keempat setelah di balapan pertama harus finish ke-13 dan kedelapan di balapan kedua.

Angka 106 poin membuat Illot merajai klasemen pebalap diikuti Lundgaard dengan 87 poin dan Robert di posisi ketiga dengan 85 poin. Sedangkan Uni Virtuosi berada di puncak klasemen konstruktor dengan 167 poin diikuti Prema dengan 146 poin dan ART dengan 121 poin.

Kategori
Otomotif

Mitsubishi Selesaikan Ujicoba Xpander Rally

MMKSI

TorakID– Setelah meluncurkan tim balap reli XPANDER Rally Team (XRT) pada Juli 2019 lalu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), bersama XRT melanjutkan persiapan Mitsubishi XPANDER AP4 dengan melakukan uji coba perdananya di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten pada Sabtu, 11 Juli 2020.


“Kolaborasi kami bersama dengan tim XRT dalam mewujudkan Crossover MPV seven-seater pertama yang dimodifikasi dan bergabung dengan AP4 Rally terus berlanjut. Meskipun di tengah situasi yang belum kondusif, MMKSI dan XRT tetap berkomitmen dalam mempersiapkan Mitsubishi XPANDER AP4 untuk ajang rally nasional maupun internasional. Ini adalah salah satu upaya kami dalam mempersembahkan petualangan baru yang unik yang hanya dimiliki oleh keluarga Mitsubishi XPANDER dan tentunya akan kami bagikan pengalaman ini untuk dinikmati para konsumen kami di Indonesia,” ungkap Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT MMKSI.
Sebelumnya Mitsubishi Motors memiliki sejarah dalam mengikuti sejumlah ajang motorsport secara global yang menjadi laboratorium alam guna menguji performa kendaraan, kenikmatan berkendara, kenyamanan dan tentunya fitur keamanannya. Selain itu, pengalaman dan pengetahuan yang dikembangkan melalui partisipasi dalam motorsport, merupakan feedback yang baik untuk pengembangan model Mitsubishi Motors.

Begitu juga dengan XPANDER AP4, yang kehadiranya di Indonesia berawal dari ditampilkannya XPANDER AP4 concept pada ajang pameran otomotif IIMS, April 2019 lalu. Kemudian pada Juli 2019 XPANDER AP4 kembali ditampilkan di pameran otomotif dengan tampilan design yang sudah menyerupai aslinya yaitu dalam bentuk prototype. Disaat yang bersamaan, XPANDER AP4 sedang melewati masa riset dan pengembangan di Ralliart Selandia Baru, dan menjadi Crossover MPV yang dibangun dan dikembangkan untuk menjadi sebuah mobil reli. Setelah melewati proses homologasi, XPANDER AP4 dengan basis crossover terbaru yaitu XPANDER CROSS, akhirnya hadir di Indonesia. Meski demikian XPANDER AP4 belum berkesempatan untuk menunjukkan performanya di ajang Reli di Indonesia disebabkan kondisi pandemi Covid-19 yang menunda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally dan Speed Rally di sepanjang tahun 2020. Meskipun begitu, uji coba demi kesiapan XPANDER AP4 tetap dilakukan.
XPANDER AP4 untuk pertama kalinya menjalani uji coba di Indonesia yang dilakukan di lintasan gravel.

Pembalap XRT sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar mengatakan, “Saya sangat puas pada uji coba perdana Mitsubishi XPANDER AP4 kami di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Sabtu lalu. Testing sejauh 100 kilometer itu sangat bermanfaat karena kami mendapatkan data otentik mengenai semua performance di mobil tersebut, mulai dari mesin, transmisi, suspensi dan juga sasis”. Berdasarkan hasil uji coba perdana di lintasan gravel, XPANDER AP4 menunjukkan performa dan hasil yang baik dan tidak ditemukan masalah yang berarti. Dari hasil tersebut, diperoleh data-data yang berguna dalam pengembangan dan penyesuaian XPANDER AP4 selanjutnya baik dari sisi bahan bakar, ban, air pendingin turbo, dan sebagainya. Selanjutnya, XPANDER AP4 akan melalui tes uji coba pada lintasan aspal dalam waktu dekat, dan jika situasi sudah lebih kondusif, XPANDER AP4 akan siap berpartisipasi di kejuaraan lokal sprint rally pada akhir tahun 2020 mendatang.

Kategori
Otomotif

Mengenal Lamborghini Huracan GT3: Mobil Peraih Kemenangan Balap GT

Lamborghini

TorakID- Diperkenalkan pada tahun 2015, Lamborghini Huracán GT3 dikembangkan bekerja sama dengan Dallara. Ini fitur mesin bensin 5,2 L V10 dari mobil standar dan memiliki berat 1.230 kg (2.712 lb). Team Lazarus memenangkan International GT Open 2016 dengan pembalap Thomas Biagi dan Fabrizio Crestani. Selain itu, Barwell Motorsport mengklaim empat kemenangan di British GT Championship 2016, Grasser Racing Team memenangkan perlombaan di ADAC GT Masters 2016, dan Paul Miller Racing menang di WeatherTech SportsCar Championship 2016.

Pada tanggal 28 Januari 2018, Huracan GT3 ini pertama kali balapan pada Kejuaraan WeatherTech SportsCar 2018, Lamborghini Huracan GT3 No. 11 dari GRT Grasser Racing Team selesai di urutan pertama pada 2018 24 Hours Daytona di kelas GTD. Ini adalah pertama kalinya Lamborghini memenangkan balapan 24 jam dalam sejarah. Huracán No. 48 dari Paul Miller Racing melanjutkan untuk memenangkan kejuaraan pembalap, tim, dan pabrikan untuk Lamborghini.

Kategori
Otomotif

A1GP, Balap Mobil Formula Antar Negara

Istimewa

TorakID- Bicara balap mobil di kelas open-wheel single-seater, mungkin kita pernah mendengar balap A1 Grand Prix.

Balap ini sudah tidak dilombakan sejak awal tahun 2010 silam gara-gara krisis keuangan dan kekurangan peserta.

Selain itu, puncak kehancuran A1GP ketika mereka beralih ke sasis dan mesin Ferrari yang notabene memakan biaya yang sangat besar.

Perihal lainnya, perang urat syaraf pun kerap terjadi di antara management, lantaran bos F1 yang dulunya dikepalai Bernie Ecclestone tidak ingin F1 kalah saing dari A1GP.

Ananda Mikola, Moreno Soeprapto, Satrio Hermanto dan Zahir Ali (semua mewakili A1 Team INDONESIA) pernah merasakan balapan A1GP.

Dan hanuya Moreno Soeprapto yang tidak pernah mendapatkan point.

Sementara Ananda Mikola merupakan salah satu pebalap tersukses di A1GP saat itu, karena ia yang paling banyak mengumpulkan point dibanding pebalap Indonesia lainnya.

Bicara penayangan, hak siar A1GP saat itu awalnya Global TV 2005-2008 (semua disiarkan LIVE race ) kemudian pindah ke TvOne mulai musim 2008-2009.

Mobil seluruh peserta A1GP saat itu 100% seragam seperti INDYCAR SERIES 2007-2011.

Mobil generasi pertama A1GP saat itu Lola B05/52 A1GP bermesin Zytek ZA1348 3400cc V8 yang dilengkapi Cooper Avon Tyres kemudian mobil generasi kedua A1GP saat itu Ferrari A1GP berbasis F2004 bermesin FERRARI 4500cc V8 .

Balapan A1GP ini dibuat dua bagian yakni sprint race dengan durasi 30 menit dan feature race dengan durasi 1 jam.

Ada prosesi unik saat start untuk balapan feature race yakni ada kalimat”GENTLEMEN, FOR THE PRIDE OF THE NATION, START YOUR ENGINES!” yang diucapkan oleh Sheikh Hasher Al Maktoum selaku bos A1GP menjelang formation lap.

Oya, seandainya saja A1GP masih aktif saat ini jika tak ada campur tangan Bernie pasti A1GP tetap diminati fans motorsport.

Atau setidaknya A1GP akan menjadi ajang balap alternatif jika gagal tembus ke F1.

Kategori
Otomotif

Superleague Formula, Balapannya Kaum Penikmat Sepakbola

SF

TorakID– Turnamen balap mobil open-wheel single-seater tertinggi legendaris berformat tim klub sepakbola yang dioperasi oleh tim balap terkemuka. Melanjutkan konsep Premier 1 Grand Prix yang dianggap gagal digelar pada tahun 2003.

Sayangnya Superleague Formula juga sudah tutup buku sejak awal tahun 2012 silam gara-gara krisis keuangan dan kekurangan peserta begitu juga gara-gara bos F1 yang dulunya dikomandoi Bernie Ecclestone karena Bernie tidak ingin F1 juga kalah saing dari Superleague Formula.

Antônio Pizzonia, Narain Karthikeyan dan Robert Doorbos merupakan beberapa pembalap terkenal yang pernah membalap di Superleague Formula saat itu. Beberapa klub sepakbola ternama Eropa seperti Liverpool FC, AC Milan, Tottenham Hotspur, AS Roma, Atlético Madrid, Sevilla FC, Glasgow Rangers, PSV Eindhoven, Galatasaray, Porto, Flamengo, Anderlecht, Beijing Guoan dan Basel pernah menghiasi peserta Superleague Formula saat itu.

Mobil seluruh peserta Superleague Formula saat itu 100% seragam seperti INDYCAR SERIES 2007-2011, A1GP, FIA F2, FIA F3. Mobil saat itu Panoz DP09 dibekali dengan mesin Menard V12 4200cc 60 derajat normal dan dibekali juga dengan ban Michelin Pilot.

Seandainya saja Superleague Formula masih aktif saat ini jika tak ada campur tangan mbah Bernie pasti Superleague Formula tetap diminati fans motorsport ditambah lagi mengattract klub-klub bola yang berminat dan balapan ini pernah jadi ajang balap alternatif jika gagal tembus ke F1.

Kategori
Otomotif

Nissan R32 Skyline GTR: Godzilla Jalanan

Istimewa

TorakID- Setelah absen selama 16 tahun, nama Skyline GT-R bangkit kembali melalui generasi R32. Dan mulai dari generasi ini, legenda GT-R mulai menyebar keseluruh dunia.

Seperti pendahulunya, kehadiran R32 GT-R karena balap. Saat itu seri R31 dengan model GTS-R mengikuti seri balap touring Group A di Jepang dan Australia. Untuk generasi R32, Nissan menanamkan berbagai macam teknologi canggih seperti sistem penggerak 4 rosa ATTESA E-TS yang mengatur distribusi tenaga di roda dengan pintar.
.

Dan tentu saja mesin RB26DETT yang legendaris, berkapasitas 2.569 cc dengan kepala silinder aluminium DOHC 4 katup per silinder turbo ganda yang menghasilkan 276 hp dan torsi 353 Nm. Kesuksesan R32 GT-R tidak dapat dihindari, R32 GT-R memenangkan kejuaran touring Jepang secara berturut-turut dari 1989 hingga 1993. Sedangkan di Australia, R32 GT-R memenangkan balapan Bathurst sebanyak 2 kali bahkan dengan penalti berat dan pengurangan tenaga. Saking mendominasinya, R32 dijuluki oleh media Australia sebagai Godzilla.

Kategori
Otomotif

Lamborghini Gallardo GT3: Langkah Awal Lamborghini Ikut Balap Gt3

Berto

TorakID- Mungkin ada yang bertanya, kenapa Lamborghini jarang ikut balapan? Kebijakan ini dimulai dari pendiri Lamborghini yaitu Ferruccio Lamborghini yang memang tidak suka balap. Secara resmi dia menganggap balap mobil hanya menguras dana saja, selain itu memang Ferruccio sudah berhenti balap ketika terlibat kecelakaan saat mengikuti balapan Mille Miglia. Hampir tidak ada program balap pabrikan walaupun Countach sempat dihomologasi untuk mengikuti balap Group B. Namun pada saat kepemilikan MegaTech, Lamborghini meluncurkan balap One Make Race Diablo Supertrophy yang menggunakan Diablo SV-R serta prototype Diablo GT1 yang dikembangkan perusahaan Perancis SAT.

Ketika dijaman Audi, selain melanjutkan Diablo SV-R sebagai GTR. Audi meminta sebuah perusahaan asal Austria bernama Reiter Engineering yang didirikan oleh insinyur Hans Reiter untuk mengembangkan mobil balap dibawah regulasi GT1 yang kala itu sedang naik daun. Hasilnya adalah Murcielago R-GT yang bahkan sempat mengikuti Le Mans. Ketika balap GT3 diluncurkan maka lagi-lagi Lamborghini meminta bantuan Reiter untuk mengembangkan mobil balap Gallardo GT3 dan akhirnya mobil ini diluncurkan pada tahun 2007.
.

Secara tampilan Gallardo GT3 memiliki body yang lebih aerodinamis dan terbuat dari serat karbon, termasuk bumper depan dan belakang, side skirt serta sayap baru. Velg yang digunakan naik ke ukuran 20 inci tipe forged. Chassis body diperkuat dan dipasang roll cage standar FIA. Interior mobil juga dibuat telanjang layaknya mobil balap. Dashboard dimodifikasi dengan penambahan panel kontrol yang mengarah ke pengemudi agar mudah dijangkau. Jok model balap yang mudah dilepas juga digunakan untuk mempermudah pergantian mengemudi.


Mesin asli Gallardo V10 4.961 cc menghasilkan 535 hp dan torsi sebesar 510 Nm. Tenaga mesin ini disalurkan ke transmisi sekuensial 6 percepatan semi otomatis. Suspensi menggunakan independent axles with double wishbone, coil springs dan shock absorbers with gas tank. Rem mobil ikut diganti dengan versi balap cakram 8 piston di depan dan cakram 4 piston di belakang. Gallardo GT3 ini cukup sukses dan dikembangkan terus menjadi Gallardo LP560 GT3 pada tahun 2009, Gallardo GT3 FL2 pada tahun 2012 dan terakhir Gallardo Extenso R-EX yang memakai lampu dari Aventador yang terakhir berlaga di kejuaraan internasional pada tahun 2018.

Kesuksesan Gallardo GT3 membuat Lamborghini akhirnya mengembangkan divisi khusus customer racing bernama Squadra Corse. Dimana penerus Gallardo GT3 yaitu Huracan GT3 dikembangkan in house oleh Lamborghini tanpa jasa pihak ketiga seperti Reiter Engineering.

Kategori
Otomotif

Audi R8 LMS: Mobil Balap GT3 Pertama Dari Audi

Istimewa

TorakID- Pada akhir 2000an, balap mobil kelas GT3 mulai menunjukan tajinya dan awalnya kelas yang banyak dihuni konstruktor independen mulai digeser dengan keterlibatan pabrikan untuk membuat mobil balap secara internal. Akhirnya Audi melalui divisi performa tinggi Audi Sport Meluncurkan mobil balap GT3 berbasis R8 bernama R8 LMS. Mobil ini lumayan sukses seperti pernah menempati pole position balapan Nurburgring 24 Jam.

Lalu apa rahasia dari R8 LMS? Pengurangan bobot menjadi PR utama. Misalnya mesin V10 5.200 cc kini hanya berbobot 210 kg saja. Pengurangan berat ini dicapai dengan penggantian crankcase dari bahan aluminium yang ringan. Posisi mesin juga digeser untuk memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah dibanding versi jalan raya. Mesin yang mengeluarkan tenaga 500 hp dan torsi 500 Nm (dibatasi karena regulasi) menyalurkan tenaga ke transmisi sekuensial 6 percepatan menuju roda belakang. Karena regulasi GT3, maka R8 tidak menggunakan penggerak 4 roda quattro yang legendaris.

Secara fisik R8 LMS ini lebih lebar dari versi jalan raya berkat body yang dibuat dari serat karbon serta mudah dilepas untuk perbaikan. Tidak hanya itu desain body dibuat lebih efisien dengan penempatan sirip di depan untuk mengarahkan udara, berbagai air duct untuk mendinginkan komponen mobil dan sayap belakang yang memberikan downforce atau daya tekan. Menurut salah satu pembalap tes Audi yaitu Marco Werner, dengan ukuran body yang proporsional, mobil ini memberikan handling yang bagus untuk seluruh tikungan sirkuit Sepang tidak hanya trek lurus tapi juga tikungan tajam performa masih bisa memberikan dukungan.


Hal senada diucapkan oleh Frank Biela yang pernah meraih gelar juara Le Mans 24 Jam yang menyebut mobil ini sangat seimbang dan seluruh desainnya juga mengedepankan safety. Biela terlibat dalam pengebangan mobil ini bersama Frank Stippler dan Kristen Abt. .


Masuk ke bagian suspensi, R8 LMS menggunakan model double wishbone yang terbuat sepenuhnya dari aluminium. Untuk bagian belakang dibuat lebih tinggi dari bagian depan yang memberikan keuntungan aerodinamis untuk mobil. Rem mobil menggunakan cakram keramik dengan bantalan khusus sehingga memberikan kualitas pengereman yang handal. Biela menambahkan R8 LMS dilengkapi ABS untuk mencegah body roll keluar lintasan saat pengereman spontan. Tapak ban sangat bagus secara mendatar dengan lintasan menghasilkan daya cengkram bahu jalan lebih kuat.


Masuk kedalam, sistem kemudi dan kursi memberikan unsur safety dan kenyamanan hal ini dibuktikan dengan kolom setir yang dapat disesuaikan dengan postur pembalap dan jok bisa bergerak secara longitudinal untuk mencari posisi duduk yang lebih sempurna. Karena balap GT3 ditujukan untuk privateer dan gentleman driver (pembalap dengan tujuan hobby) maka GT3 dapat dibeli oleh siapapun. Pada awal tahun 2012 Audi R8 LMS Ultra dapat dibeli seharga 329 ribu USD (sekarang setara dengan 370 ribu USD atau Rp 5,3 miliar) untuk mobilnya saja sebelum paket spare part. Harga ini tentunya sebelum pajak masing-masing negara.

Kategori
Otomotif

Hoonicorn Mustang: Mustang Terganas Bertenaga 845 HP

Speedhunters

TorakID- Ken Block merupakan pereli yang malang-melintang di kejuaraan reli Amerika dan Ia sendiri berhasil meraih posisi ketiga di musim balap 2007. Ken juga berlaga di kejuaraan dunia reli (WRC) meski dirinya gagal bersinar sepanjang kariernya sejak 2007-2018. Pada 2013, pereli berusia 52 tahun ini meraih posisi ketiga di gelaran kejuaraan dunia rallycross (WRX) dengan tim yang didirikannya bernama Hoonigan.

Pereli asal Amerika ini terkenal akan seri video Gymkhana, awalnya video ini mempertunjukan kehebatan Block untuk mengemudi di tempat-tempat aneh seperti bekas pabrik atau landasan terbang. Lama-kelamaan video Block menjadi viral dan selain balapan dan menjalankan usaha DC Shoes dimana dia menjadi salah satu pendirinya. Block mendirikan Hoonigan Racing Division yang turun di ajang seperti Rally America, Rallycross, WRC dan tentunya menjadi basis untuk video Gymkhana. 

Awalnya Block menggunakan Subaru namun sejak Gymkhana 3, Block secara eksklusif menggunakan produk Ford. Tentunya Ford menjadi rekan dari Block dan Hoonigan bahkan keikutsertaan Ford di Rallycross tidak lepas dari bantuan Hoonigan. Pada tahun 2014, Block menyiapkan sebuah kado spesial dalam bentuk Gymkhana 3. Bintang dari video ini tak lain adalah Ford Mustang Notchback tahun 1965 yang memperingati 50 tahun sejak kelahiran Ford Mustang. Mobil ini diberi nama Hoonicorn yang merupakan gabungan dari Hoonigan dan Unicorn, hewan mistis berbentuk kuda dengan tanduk.

Untuk membangun mobil ini Block menggandeng banyak pihak mulai dari Ford, drifter Vaughn Gittin Jr melalui RTR miliknya, Roush Yates di mesin dan ASD Motorsport di Charlotte untuk pengerjaan mobil ini. Body asli mobil ditelanjangi dan dikawinkan dengan chassis spaceframe dengan interior dan kaki-kaki yang diperkuat. Disini Block terinspirasi oleh mobil balap Trans Am dan DTM. Body mobil tidak dibuat standar tetapi banyak bagian diganti dari serat karbon dan dipasang over fender, sayap belakang ala NASCAR, diffuser di belakang serta bumper depan yang rendah.

Mesin yang digunakan berasal dari Roush Yates yang biasa membuat mesin balap. V8 410 cubic atau 6.700 cc ini mampu menghasilkan 845 hp dan torsi 976 Nm tanpa tiupan supercharger atau turbo. Tenaga ini disalurkan melalui transmisi 6 percepatan sekuensial buatan Sadev yang juga menyediakan sistem penggerak 4 roda yang membuat ban mobil menjadi lebih lebar.

Produsen velg yang beken Fifteen52 menyediakan velg forged 3 pieces ukuran 18×10,5 inci yang dibalut ban Pirelli Trofeo R 295/30/18 yang di custom khusus untuk Block. Tidak lupa rem tangan hidraulis dipasang agar Block mudah membuat Hoonicorn meliuk-liuk. Supaya Block tetap nyaman maka dipasang bucket seat Recaro. Mobil ini memulai debutnya di SEMA 2014 dan tidak lama setelah itu video Gymkhana 7 dirilis dengan Block melakukan aksinya di Los Angeles. Hoonicorn ini juga sempat tampil di halaman rumah Duke of Richmond pada acara Goodwood Festival of Speed dan muncul dalam segmen Top Gear dengan presenternya Matt LeBlanc didalam Hoonicorn dengan Block mengelilingi London.

Mungkin seperti banyak showcar, Hoonicorn akan pensiun setelah penampilannya. Tetapi 2 tahun setelah Hoonicorn muncul. Block mengirim mobil ini kembali ke RTR dengan pesan untuk meningkatkan tenaganya kepada Vaughn Gittin Jr yang merupakan kontestan Formula Drift dan brand ambassador dari Need For Speed saat itu. Vaughn dan timnya memasang tidak hanya 1 tetapi 2 unit turbo Garrett yang kini membuat mesin 6.700 cc menyemburkan 1.400 hp dan torsi sebesar 1.695 Nm! Karena ruang mesin yang sesak maka turbo ini dibuat menyembul di kap mesin dan knalpot langsung diarahkan keatas. Secara fisik mobil ini tidak mengalami banyak perubahan kecuali livery warna yang kini ditambah unsur bendera Amerika. Ban mobil juga diganti dengan Toyo Proxes R888R. Block memberikan mobil ini nama Hoonicorn V2 dan diluncurkan pada SEMA 2017, selanjutnya Hoonicorn V2 menjadi bintang video Gymkhana 10 atau Climbkhana yang mengambil tempat di pegunungan Pikes Peak di Colorado yang legendaris.