Kategori
Otomotif

MICHELIN MEMPERSEMBAHKAN BAN LIGHT-TRUCK ‘MICHELIN X MULTI HD Z’ UNTUK PENGGUNAAN LEBIH AWET DENGAN BIAYA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN LEBIH TERJANGKAU

Michellin

TorakID– Michelin dengan bangga meluncurkan produk terbaru pada segmen light-truck yakni MICHELIN X MULTI HD Z, ban radial berukuran 16 inci untuk kendaraan dengan muatan besar, sebagai solusi untuk menghadirkan ban dengan kekuatan yang tahan lama. Ban dikemas dengan menggunakan teknologi Michelin terbaru untuk memberikan manfaat yang luar biasa bagi kebutuhan pelanggan: meminimalisir biaya operasional dan perawatan, lebih aman berkat ban yang tidak mudah rusak karena beban muatan kendaraan, membuat kendaraan jauh lebih awet.

Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette mengungkapkan: “MICHELIN X Multi HD Z memiliki nilai jual yang luar biasa, mengingat produk dikemas dengan teknologi terbaru dan canggih yang menghasilkan keunggulan serta manfaat yang lebih besar bagi pelanggan kami, l dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kehadiran ban ini kami harap menjadi pilihan ideal dan solusi penghematan biaya operasional di jalan raya untuk kendaraan dengan muatan yang besar dan tinggi.

Sesuai dengan brand promise Michelin yaitu “Perfomance Made to Last”, MICHELIN X Multi HD Z didesain dengan 3 fitur unggulan utama, yakni:

· Jarak Tempuh Lebih Panjang 15% dimungkinkan berkat desain baru tapak ban yang menghasilkan kontak lebih antara ban dengan jalanan, sehingga biaya first-life per kilometer nya pun jadi lebih murah;

· Proteksi Lebih Kuat 20%* terhadap beragam tantangan di perjalanan, berkat material lapisan penutup baru yang diperkuat – termasuk teknologi karet tapak baru; sabuk besi, lapisan penutup, dan bead protector rubber yang lebih kuat; serta kawat bead baru yang memiliki kekuatan tarik lebih tinggi – yang menurunkan tingkat kerusakan ban pada kendaraan dengan muatan berat, sehingga biaya pemeliharaan yang lebih murah;

· Masa pakai 5% lebih awet dimungkinkan oleh tapak ban yang lebih lebar dengan sisi kedalaman penuh yang membuat tekanan terdistribusi dengan baik – sehingga menghasilkan mobilitas panjang untuk waktu pakai yang lebih lama.

Di Indonesia ban MICHELIN X MULTI HD Z saat ini tersedia dengan dimensi 7.50R16 di dealer Michelin truck tire yang terotorisasi di seluruh dunia.

Kategori
Otomotif

Michelin Umumkan Strategi “All Sustainable” untuk 2030: Michelin In Motion

Michelin

TorakID- Pada Capital Markets Day Michelin Group yang diselenggarakan pada 8 April 2021 secara virtual, Michelin mengumumkan Michelin in Motion sebagai strategi “All Sustainable” Michelin untuk 2030. Visi “All Sustainable” perusahaan berlandaskan oleh upaya terus menerus untuk mencapai keseimbangan antara People, Planet, dan Profit*) sebagai komitmen Michelin dalam menjalankan bisnisnya. Dalam acara itu juga dipaparkan ambisi perusahaan untuk 2030, berdasarkan 12 indikator yang mencakup performa lingkungan, sosial, masyarakat, dan finansial. (detail lebih lanjut pada bagian Catatan Untuk Editor)

Yves Chapot selaku General Manager dan Chief Financial Officer menjelaskan: “Melalui rencana strategis Michelin in Motion ini, Perusahaan memulai strategi pertumbuhan untuk sepuluh tahun ke depan. Berpegang pada DNA Michelin, pada 2030 Michelin akan mengalami perubahan signifikan dengan peningkatan dan penambahan bisnis baru. Kemampuan Michelin untuk menciptakan kembali jati diri telah menjadi kekuatan utama Michelin selama lebih dari 130 tahun, yang hari ini memberikan rasa percaya diri kami untuk masa depan.”

Meskipun tengah dilanda krisis dan ketidakpastian lingkungan ekonomi, Michelin telah menunjukkan ketahanan dan validitas model bisnisnya. Rencana strategis baru Michelin in Motion akan mendorong pertumbuhan baru dan mengurangi dampak negatif eksternal. Pada saat yang sama, Michelin akan terus mengembangkan bisnis ban serta mengintegrasikan bisnis baru, dengan fokus untuk menjaga keseimbangan neraca dan margin.

Khusus di area produksi, Michelin akan meningkatkan keseluruhan kapasitas produksi sambil fokus pada penyediaan suplai local to local. Executive Vice President untuk Manufaktur, Michelin Jean-Christophe Guerin menjelaskan, “Untuk meningkatkan level daya saing dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang, salah satu strategi Michelin adalah dengan menyeimbangkan komposisi kapasitas produksi ban di wilayah regional. Hal ini berarti meningkatkan jumlah produksi lokal di masing-masing wilayah regional (Amerika, Eropa, Asia, Afrika) untuk memenuhi kebutuhan pasar di masing-masing wilayah.”

Khususnya Asia, pada 2020, kapasitas produksi ban Michelin mencapai 18 persen dari total kapasitas produksi Michelin di seluruh dunia. Pada 2023, kapasitas ini akan ditingkatkan hingga mencapai 22 persen dan difokuskan melayani kebutuhan pasar Asia. Penambahan kapasitas diprioritaskan di Cina, Thailand, dan Indonesia; di mana Michelin memiliki fasilitas manufaktur yang cukup besar.

Untuk Indonesia, penambahan kapasitas berasal dari pabrik ban milik Michelin, PT. Multistrada Arah Sarana. Michelin saat ini telah menginvestasikan dana untuk memoderenisasi proses produksi Multistrada dan secara bertahap meningkatkan kapasitas, terutama untuk ban roda dua dan ban kendaraan penumpang.

Michelin juga senantiasa memperluas bisnis, berinvestasi, dan berinovasi. Tren mobilitas pasca-covid dan pertumbuhan pasar kendaraan listrik (EV) yang kian meningkat merefleksikan peluang pertumbuhan bagi perusahaan, yang telah mengembangkan kepemimpinan teknologi tak dari segi desain dan manufaktur ban untuk EV.

Pada segmen transportasi, perusahaan akan secara selektif fokus dalam menciptakan nilai, sementara untuk ban khusus bagi kendaraan pertambangan, konstruksi, agrikultur, pesawat, serta sektor lainnya, Michelin akan tetap berupaya mengkapitisasi diferensiasi produk dan layanannya.

Dipimpin oleh kapasitas akan inovasi dan kepiawaian materinya, Michelin juga senantiasa terdorong untuk berekspansi lebih luas di antara dan lebih dari lima segmen bisnis ban: Layanan & Solusi, komposit fleksibel, peralatan medis, 3D printing, dan mobilitas hydrogen.

  • Pada Layanan & Solusi, Perusahaan akan terus memperluas dan memperdalam portfolio armada solusinya, terutama dengan memanfaatkan smart object dan nilai dari data yang terkumpul.
  • Michelin juga berharap dapat secara signifikan memperluas pasar komposit fleksibel yang bertumbuh dengan pesat (conveyors, belts, coated fabrics, seals, dll.) melalui berbagai strategi merger dan akuisisi, serta menginkubasi bisnis baru. Peralatan medis juga merepresentasikan peluang pertumbuhan di masa yang akan datang
  • Pada Metal 3D Printing, perusahaan telah mengembangkan keahlian unik yang mendukung kemampuan AddUp, sebuah joint-venture dengan Fives, untuk memasarkan solusi khusus dengan cakupan komprehensif bagi industry manufaktur.
  • Pada Mobilitas Hidrogen, Perusahaan bertujuan untuk menjadi pemimpin global pada pasar sistem sel bahan bakar hidrogen melalui Symbio, yang merupakan joint-venture dengan Faurecia
Kategori
Otomotif

Mulai 2022, Michelin Indonesia Resmi Meniadakan Bungkus Plastik Pada Ban Motor

Michelin

TorakID- Michelin Indonesia mengumumkan langkah perusahaan untuk menghentikan penggunaan pembungkus plastik pada ban motor merek Michelin. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Michelin untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menjalankan proses bisnis yang berkelanjutan.

Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik sesuai dengan arahan Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017 tentang pengurangan sampah plastik hingga 30 persen pada tahun 2025.

“Michelin berpegang teguh pada komitmen menciptakan proses bisnis yang berkelanjutan, dengan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular yaitu mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), dan memperbarui (renew). Menghilangkan bungkus plastik pada ban akan secara signifikan mengurangi sampah plastik sekali pakai yang dihasilkan oleh produk Michelin,” kata Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette.

Saat ini, mayoritas negara di dunia di mana Michelin menjalankan bisnisnya sudah tidak lagi menggunakan pembungkus plastik untuk ban roda dua maupun ban roda empat. Meskipun penjualan ban mobil penumpang di Indonesia tidak menggunakan bungkus plastik, sebagian besar ban roda dua masih dibungkus plastik.

Langkah Michelin untuk meniadakan bungkus plastik untuk ban motor dimulai sejak Maret 2021. Kebijakan ini akan diikuti oleh perusahaan Michelin lainnya di Indonesia, yaitu Multistrada Arah Sarana. Secara bertahap hingga akhir 2021, Michelin berharap dapat mengurangi lebih dari 80 persen sampah plastik sekali pakai yang dihasilkan oleh ban motor Michelin dan merek lain milik perusahaan Michelin.

“Setiap tahun Michelin dan Multistrada Arah Sarana menghabiskan rata-rata 300,000 kilogram plastik untuk membungkus ban. Bungkus ini pada akhirnya dibuang dan menjadi sampah. Pada 2022 kami menargetkan 0 net sampah bungkus plastik ban. Kami percaya ini adalah langkah yang tepat sebagai bentuk tanggung jawab Michelin untuk mencapai proses bisnis yang berkelanjutan,” kata Steven.

Head of Marketing Consumer Products Michelin Indonesia Roslina Komalasari memastikan meskipun tanpa bungkus plastik, kualitas dan performa ban Michelin tidak akan berkurang atau terganggu. “Ban Michelin diproduksi dengan menggunakan bahan baku kualitas terbaik dan mengikuti standar keselamatan tertinggi,” kata Roslina.

Kebijakan meniadakan bungkus plastik ini didukung sepenuhnya oleh mitra distribusi utama Michelin yaitu Planet Ban. Untuk memudahkan penjual dan pengguna untuk menemukan ban yang mereka butuhkan, Michelin memasang stiker berdasarkan pola, kategori dan ukuran. Semua informasi tentang ban dapat ditemukan pada stiker. “Keuntungan dari tidak adanya pembungkus adalah pengguna yang ingin membeli ban dapat langsung melihat pola kembangan ban,” imbuh Roslina.

Kategori
Otomotif

Michelin Indonesia Ungkap Fakta Mengenai Pemahaman Pengendara Akan Tekanan Angin dan Penggantian Ban

Michelin Indonesia

TorakID- Michelin Indonesia mengungkap fakta-fakta mengenai perilaku pengendara mobil dalam memeriksa kondisi tekanan angin serta kebiasaan mengganti ban kendaraan. Menurut temuan Michelin, 64% dari pengendara mobil yang mengikuti survei mengakui mengecek tekanan angin pada ban setidaknya setiap satu bulan sekali. Sedangkan 15% pengendara lainnya melakukan pengecekan angin setelah lebih dari jangka satu bulan. Selebihnya, sebanyak 21% pengendara yang disurvei menyatakan hanya mengecek tekanan angin sesekali apabila ban mulai kempes, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh.

Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette menyampaikan memeriksa tekanan angin wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara. “Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua minggu sekali. Atau selambat-lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampa lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban, ” kata Steven melalui siaran pers. Kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebihan, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar.

Informasi tentang perilaku berkendara ini diperoleh melalui survei yang diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye Michelin Safe Mobility 2020 pada Desember lalu. Survei dilakukan seiring dengan kegiatan layanan cek ban gratis di toko/bengkel rekanan Michelin yaitu Lautan Ban, Permaisuri Ban, dan 1 Station by B-Quik. Lebih dari 250 pengendara mobil berpartisipasi dalam layanan cek ban dan survei perilaku berkendara.

Lebih dari 77% pengendara yang mengikuti survei mengetahui nilai tekanan angin yang tepat untuk kendaraan mereka yaitu pada rentang 28-33 psi (pound per inci persegi). Nilai tekanan angin ideal ini dapat dilihat pada petunjuk kendaraan yang biasanya terletak di sisi kanan pintu kemudi. Namun, kenyataannya banyak dari ban kendaraan yang diperiksa memiliki tekanan angin yang tidak sesuai dengan nilai yang disarankan.

“Secara umum pengendara memiliki pengetahuan yang baik tentang tekanan angin yang ideal, namun masih jarang memeriksa tekanan angin secara rutin. Karena itulah Michelin terus mengadakan kegiatan ini untuk terus mengedukasi pengendara agar memastikan kondisi keamanan ban yang digunakan, ” kata Steven.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi menyarankan pengendara untuk meluangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk memastikan kondisi ban. “Meskipun tidak ada kerusaan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulan. Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara dikarenakan kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda,” lanjut Fachrul Rozi.

Selain mengecek tekanan angin secara berkala, yang perlu untuk diperiksa oleh pengendara secara berkala adalah kedalaman tapak/kembangan ban. Hal ini penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti ban. Menurut temuan survei Michelin Indonesia menunjukkan bahwa 75% pengendara mengganti ban kendaraan mereka apabila mereka telah melihat adanya keausan pada ban atau saat ban telah mengalami kerusakan. Rata-rata pengendara yang disurvei menyatakan mengganti ban dilakukan setiap 2-4 tahun sekali. Sebagian besar pengendara juga menyatakan puas dengan performa ban kendaraan yang dipakai.

Fachrul Rozi mengatakan umur pakai dan jarak tempuh sebuah ban tergantung dari kombinasi beberapa faktor seperti desain, kebiasaan berkendara, cuaca, kondisi jalan dan perawatan yang dilakukan terhadap ban tersebut. Karena itulah pengendara disarankan memeriksa kedalaman tapak/kembangan ban secara berkala. “Tidak banyak pengendara yang tahu bahwa batas kedalaman tapak ban yang aman adalah 1.6 milimeter. Jika kurang dari ini maka sudah waktunya mengganti ban,” ujarnya.

Khusus untuk ban merek Michelin, Rozi menjelaskan, setelah penggunaan selama lima tahun, ban harus diperiksa secara menyeluruh minimal setiap tahun sekali oleh teknisi yang berpengalaman. Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, maka ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan.

Berbekal data dari survei yang dilakukan, Michelin Indonesia bertekad untuk selalu mendampingi pengendara dalam memastikan kelayakan ban kendaraan. Bagi para pengguna ban Michelin, pengguna dapat mengunjungi dealer atau Technic Service Station yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, pakar ban Michelin siap melayani pengendara. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Michelin Indonesia.

Kategori
Otomotif

Michelin Perkaya Pengalaman Penggemar Sepeda Motor Melalui ‘Pameran Virtual Ban Sepeda Motor Michelin’

Michelin

TorakID- Michelin, perusahaan ban terkemuka di dunia, mengambil langkah proaktif dalam memulai tahun 2021 melalui perhelatan PAMERAN VIRTUAL BAN SEPEDA MOTOR MICHELIN, platform 360 derajat yang dirancang secara lengkap untuk memberikan pengalaman seru di dalam dunia ban sepeda motor MICHELIN.

Selain menawarkan pengalaman digital yang kaya dan pengetahuan mendalam tentang ban sepeda motor MICHELIN, pameran ini juga menekankan upaya Michelin untuk terus berinovasi menciptakan level tertinggi untuk performa dan keselematan ban roda dua.

Ross Shields, Direktur Komersial Roda Dua Michelin untuk Asia, mengatakan: “Tujuan dari pameran virtual ini adalah untuk menampilkan teknologi dan produk ban sepeda motor kami yang tersedia di Asia dan di seluruh dunia.”

Lebih lanjut Ross mengatakan pameran ini juga menampilkan keterlibatan Michelin yang sangat kuat dalam dunia balapan – terutama di MotoGP, kejuaraan sepeda motor utama dunia yang dianggap sebagai laboratorium percobaan untuk mengaplikasikan teknologi ban dari trek ke jalan raya; serta hubungan Michelin dengan produsen Peralatan Orisinal terkemuka dunia seperti Harley-Davidson, Honda, dan Yamaha yang telah berjalan sekian lama.

Pameran virtual ini terbagi menjadi 5 arena, yang masing-masing dirancang untuk menonjolkan konten yang berbeda. Pertama, yaitu, Teknologi Ban yang membahas teknologi canggih, serta proses penelitian dan pengembangan di balik ban sepeda motor Michelin; Kedua, Ban Sepeda Motor Michelin yang memberikan informasi rinci tentang semua ban sepeda motor Michelin yang tersedia; Ketiga, Pengalaman MotoGP™ yang menampilkan gambaran umum tentang Michelin dan hubungan jangka panjang MotoGP, profil ban dan pengendara motor Michelin di musim MotoGP 2021, ditambah video pembalap dan balapan MotoGP; Keempat, Peralatan Asli Ban Sepeda Motor yang menunjukkan kekuatan kemitraan Michelin dengan produsen sepeda motor terkemuka dunia yang menampilkan banyak pilihan model sepeda motor yang dilengkapi dengan ban Michelin; dan Terakhir, Pengalaman Berkendara yang menunjukkan bagaimana pengendara di seluruh dunia merasakan performa ban sepeda motor Michelin.

Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette mengundang pengendara roda dua dan penggemar motor untuk ikut mengunjungi pameran dan merasakan pengalaman digital Michelin. “Pameran ini tidak hanya memberikan informasi tentang teknologi Michelin, tetapi juga memberi kesempatan bagi pengendara untuk melihat keterlibatan Michelin di MotoGP,” kata Steven.

Pameran ini telah ditayangkan setiap hari sepanjang waktu, 8 hingga 28 Februari 2021.Semua konten pada pameran virtual ini tersedia dalam 6 bahasa berbeda: Inggris, Thailand, Bahasa Indonesia, Jepang, Korea, dan Vietnam. Kunjungi dan nikmati PAMERAN VIRTUAL MICHELIN MOTORCYCLE TIRE VIRTUAL pada tautan berikut: motorcycletyreexhibithall.michelin.asia.

Kategori
Otomotif

Michelin Menggelar Michelin Safe Mobility di Indonesia Secara Digital

ADAC

TorakID- Michelin kembali mengadakan kampanye keselamatan dalam berkendara melalui kegiatan Michelin Safe Mobility 2020 #AmanBersamaMichelin #Bergerak Aman. Kampanye ini didukung oleh Federasi Automobil International (FIA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan diselenggarakan secara digital. Michelin Safe Mobility 2020 mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap patuh pada prinsip-prinsip keselamatan saat berkendara dengan moda transportasi apapun, terutama di saat pandemi COVID-19 saat kepadatan lalu lintas cenderung berkurang.

Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette mengatakan kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Michelin untuk mendukung Sustainable Development Goals yaitu mengurangi jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas jalan dan menyediakan akses ke sistem transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan untuk semua. Setiap sesi kampanye memberikan edukasi tentang aspek-aspek keselamatan berkendara bagi semua pengguna jalan. “Michelin secara aktif mengkampanyekan tentang keselamatan sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung UN Sustainable Development Goals untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan dan mewujudkan akses mobilitas bagi semua kalangan.” kata Steven.

Kampanye Michelin Safe Mobility 2020 terdiri dari tiga sesi webinar yang akan disiarkan pada Sabtu, 21 November, 28 November, dan 5 Desember 2020 yang dapat diakses melalui tautan berikut. Webinar ini dipandu oleh aktris dan penghobi otomotif Poppy Sovia serta mengundang beberapa pembicara seperti Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta, Anondo Eko; Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi; Adventure Enthusiast, Don Seco; Head of Marketing Consumer Products Michelin, Roslina Komalasari dan Cycling Enthusiast, Baron Martanegara. Masing-masing webinar memiliki tema: mobilitas yang aman, keselamatan berkendara, dan bergerak dengan aman.

Kampanye keselamatan berkendara merupakan program tahunan Michelin. Tahun lalu, Michelin mengadakan kampanye Michelin Safety Academy yang bertujuan memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara kepada pengemudi pemula. Perubahan format kampanye menjadi digital dilakukan karena situasi pandemi.

Menurut Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018 tentang Keselamatan Jalan, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia tetap masih sangat tinggi yaitu 1,35 juta orang per tahun. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (UN Sustainable Development) dari PBB telah menargetkan untuk mengurangi separuh jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada tahun 2020 secara global.

“Banyak Faktor yang mempengaruhi resiko kecelakaan di jalan, terutama perilaku berkendara. Namun salah satu faktor terpenting yang dapat diminimalisir oleh pengendara adalah kondisi kendaraan, seperti mesin, rem, dan ban. Selain itu, aksesoris kendaraan juga terkadang bisa menimbulkan resiko baik untuk kendaraan itu sendiri atau kendaraan lain, misalnya lampu yang terlalu silau atau aksesoris di setir yang menghalangi airbag. Hal- hal seperti ini dapat dicegah dengan pengecekan atau servis rutin, memilih produk atau aksesoris terbaik yang sesuai dengan kendaraan masing- masing,” kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta Anondo Eko.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi menyarankan agar pengendara secara rutin memeriksa kondisi ban. “Minimal setiap dua minggu sekali, periksa tekanan angin ban dan pastikan untuk mengikuti ikuti standar yang telah ditetapkan pabrikan mobil dalam mengisi tekanan angin,” kata Rozi. Ia juga mengingatkan agar pengemudi selalu memeriksa kondisi ban sebelum melakukan perjalanan.

Sebagai bagian dari rangkaian kampanye Safe Mobility 2020, Michelin Indonesia juga memberikan layanan cek ban gratis bekerjasama dengan toko mitra Michelin yaitu Lautan Ban, Permaisuri Ban, dan B-Quik pada 14-15 November dan 21-22 November 2020. Melalui layanan cek ban gratis ini, Michelin berharap dapat mengedukasi pengendara tentang pentingnya memeriksa tekanan angin dan kondisi ban secara rutin untuk memastikan keselamatan berkendara.

Kategori
Otomotif

Michelin Hadapi Persaingan Pasar Ban Motor Dengan Dua Produk baru

Michelin

TorakID– Michelin hari ini meluncurkan MICHELIN Power 5 dan MICHELIN Anakee Adventure untuk memenuhi kebutuhan pasar ban roda dua di Indonesia yang terus berkembang, melalui inovasi dalam kinerja tinggi dan materi tahan lama untuk meningkatkan sensasi, performa, dan pengalaman berkendara. MICHELIN Power 5 menjadi solusi bagi para pengguna motor sports dan motor sports touring melalui keunggulan grip, traksi, dan kinerjanya dalam berbagai kondisi, sementara Michelin Anakee Adventure akan hadir sebagai generasi terbaru dalam lini MICHELIN Anakee, dengan penggunaan polivalen 80% di aspal dan 20% off-road.

MICHELIN Power 5 dan MICHELIN Anakee Adventure termasuk dalam lini produk ban motor Michelin, selaras dengan komitmen Michelin untuk wujudkan mobilitas berkelanjutan. Ahmad Faiez Pisal, Direktur Komersial B2C Michelin Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu pemain utama dalam misi untuk mencapai mobilitas yang lebih aman, mudah diakses, dan efisien, penting bagi kita untuk bisa mengantisipasi, mengidentifikasi, dan merespon kebutuhan konsumen. MICHELIN Power 5 dan MICHELIN Anakee Adventure dilengkapi dengan teknologi inovatif dan fitur mutakhir untuk menghadirkan kinerja yang lebih lama dengan keamanan optimal serta ramah lingkungan, di saat yang bersamaan dirancang untuk dapat memuaskan keinginan para pengendara motorsport.”

MICHELIN Power 5 menyasar pengendara motorsport yang berkendara di jalan beraspal, tetapi juga memprioritaskan usia ban yang lebih tahan lama dan kinerja grip yang unggul. MICHELIN Power 5 memiliki empat keunggulan utama, yakni:

  • Campuran Bahan Karet Inovatif, yang menggabungkan silika dan karbon hitam,
  • Campuran Bahan MICHELIN 2CT pada ban depan dan MICHELIN 2CT+ pada ban belakang, yang dirancang untuk memberikan performa terbaik dalam kondisi basah
  • Rasio tread groove to tread block sebesar 11% di depan dan di belakang,
  • Desain tread dan sidewall baru yang mengintegrasikan Premium Touch Technology Michelin.

Sementara, MICHELIN Anakee Adventure produk yang disempurnakan dengan daya tahan lebih lama karena polivalen penggunaan 80% di aspal dan 20% off-road. Ditargetkan bagi para pengendara yang lebih banyak berkendar di atas aspal, MICHELIN Anakee Adventure dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:

Keunggulan Wet Grip yang dihasilkan dari bahan campuran silika untuk memaksimalkan performa pada jalanan yang basah dan licin
MICHELIN Bridge Block Technology™ yang sebelumnya telah diperkenalkan pada MICHELIN Anakee Wild, dikombinasikan dengan teknologi MICHELIN 2CT+™ pada ban belakang untuk menghadirkan on-road stability yang terbaik, Presisi Handling dan Kinerja yang Tahan Lama melalui kombinasi optimized profile, all-new tread pattern dan bahan campuran MICHELIN 2CT Pola geometris tread yang fully-grooved untuk menghadirkan traksi unggul saat berkendara off-road.

Head of Marketing Consumer Products PT Michelin Indonesia Roslina Komalasari menambahkan,Melalui MICHELIN Power 5 dan MICHELIN Anakee Adventure, kami berharap untuk dapat memenuhi kebutuhan pengendara motor dan motorsport di Indonesia yang mencari keunggulan dan pengalaman berkendara terbaik dalam kondisi cuaca, jalanan, dan penggunaan apapun. Kehadiran MICHELIN Power 5 dan MICHELIN Anakee Adventure, menggarisbawahi tekad kami untuk terus memberikan kontribusi yang lebih besar dan lebih baik untuk peningkatan mobilitas.”

Kategori
Otomotif Travel

MICHELIN Agilis 3, Ban Khusus Sektor Angkutan Komersial Resmi Diluncurkan

Michelin Indonesia

TorakID- Michelin meluncurkan MICHELIN Agilis 3 bagi pasar kendaraan truk ringan, dengan menargetkan konsumen pada sektor transportasi dan logistik. Ban yang baru saja diluncurkan ini menawarkan solusi istimewa dalam hal keamanan, kinerja, dan lingkungan serta menyasar pasar kendaraan komersial ringan yang memiliki segmen lebih besar.

Steven Vette, Presiden Direktur Michelin Indonesia mengatakan, ‘Selaras dengan komitmen Michelin untuk menciptakan daya tahan performa dan keamanan, MICHELIN Agilis 3 dilengkapi dengan teknologi inovatif dan mutakhir untuk kinerja yang lebih lama dengan keamanan optimal serta ramah lingkungan. Fitur-fitur ini tidak hanya membuat Agilis 3 lebih unggul dibanding para kompetitor pada segmen pasar yang sama, tetapi juga memperkuat komitmen Michelin dalam mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan.

MICHELIN Agilis 3 dikembangkan untuk menjadi pendorong pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan. Terobosan baru ini adalah wujud strategi berkelanjutan Michelin yang mengutamakan mobilitas yang lebih aman, bersih, mudah diakses, dan efisien.

Teknologi dan fitur utama yang terdapat pada MICHELIN Agilis 3 meliputi:

  • Pelontar Batu (Stone Ejector), balok horizontal pada alur tapak yang dirancang untuk mencegah masuknya batu pada kembangan ban, sehingga meminimalisir waktu yang terbuang akibat kerusakan ban dan mengurangi biaya operasional;
  • Pelindung Dinding Ban, penambahan komponen dari bahan karet tahan abrasi yang memberikan perlindungan ekstra 1,5 milimeter pada sisi luar dan pinggiran ban jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tanpa mengurangi kelenturan casing;
  • Campuran Bahan Inovatif dengan kepadatan silika dan karbon hitam yang lebih tinggi untuk meningkatkan grip di jalan basah, hambatan gulir lebih rendah, jarak tempuh lebih jauh dan hemat bahan bakar;
  • Alur dengan Bentuk U – bentuk samping alur yang lebih vertikal, memberikan kedalaman alur yang tidak berubah hingga kedalaman 2 milimeter yang memungkinkan evakuasi air yang lebih banyak pada kondisi jalan basah sehingga daya cengkeram ban lebih lama;
  • Sipe dengan Kedalaman Penuh memastikan fleksibilitas yang baik dari setiap blok tapak sehingga daya cengkeram lebih unggul di pasar, baik saat baru maupun setelah lama dipakai;
  • Teknologi tapak bawah dirancang untuk membantu menurunkan suhu sehingga menghemat bahan bakar.


Dengan fitur-fitur di atas, MICHELIN Agilis 3 menawarkan 3 keunggulan istimewa:

  • Jarak pengereman di jalan basah yang lebih pendek hingga 5% atau 1,9 meter lebih pendek saat ban masih baru, dan 11% atau 3,8 meter lebih pendek saat sudah dipakai, jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya1;
  • Jarak tempuh yang panjang, 25% lebih tinggi dari pada generasi pendahulunya, dengan waktu henti karena kerusakan ban yang lebih singkat2.
  • Rolling Resistance atau hambatan gulir 12% lebih baik, dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah sebesar 90ml/100km dan emisi CO2 lebih rendah sebesar 228g/100km jika dibandingkan dengan rata-rata kompetitor3.

Direktur B2B Michelin Indonesia Fritz Mueller menambahkan: “Michelin Agilis 3 secara khusus didesain dengan RC atau reinforced casing untuk menjawab tantangan penggunaan dan kondisi jalan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Dengan kinerja terbaik serta keuntungan dan keunggulan yang dihadirkan di bawah slogan ‘Safer for Longer’, kami percaya bahwa MICHELIN Agilis 3 akan mendapatkan respon hangat dan positif di Indonesia.” MICHELIN Agilis 3 saat ini sudah tersedia di distributor resmi Michelin untuk ban kelas kendaraan komersial ringan di seluruh Indonesia. Semua ukuran, termasuk empat ukuran baru, mulai dari ukuran diameter 13-16 inci, akan hadir bagi pasar ban komersial ringan.