Motor-motor buatan Honda sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Aduhan terkait kondisi sasis, khususnya rangka eSAF, sedang menjadi perhatian utama. Salah satu contoh yang mencolok adalah kasus pada sasis Honda PCX 160 yang menghebohkan.

Rangka eSAF, yang merupakan komponen kunci dalam beberapa sepeda motor Honda, kini menjadi sorotan karena adanya laporan bahwa sasis Honda PCX 160 mengalami masalah seperti karat, kerapuhan, bahkan ada yang lepas pada bagian kiri sasis. Fenomena ini telah menarik perhatian netizen Indonesia, yang memberikan komentar pedas dan kritik terhadap kondisi ini.

Sasis eSAF pertama kali diperkenalkan di sepeda motor Honda pada tahun 2019, dimulai dengan Honda Genio, kemudian diikuti oleh Honda BeAT pada tahun 2020, serta sepeda motor Honda Scoopy dan Vario 160 lainnya. Namun, masalah ini kini meluas dan memengaruhi produk Honda lainnya, termasuk Honda PCX 160, yang sebenarnya tidak menggunakan rangka eSAF.

Kasus ini pertama kali mencuat dalam sebuah postingan di grup Honda PCX 160 INDONESIA, di mana seorang anggota dengan nama Enjang membagikan foto dan video sepeda motornya yang mengalami masalah serupa. Dia mengungkapkan kekhawatirannya terkait karat pada sasis sepeda motornya dan mempertanyakan kualitas produk Honda saat ini.

Ddapun postingannya berbunyi sebagai berikut : “kmarin saya lihat punya teman yg standar samping nya copot….
dan ahir nya saya cek jg punya saya. eh ternyata karat nya jg udah dalam pada ngelotok.. emng kualitas Honda skrg burukkk…
yang mau buli monggo di persilahkan..”

Postingan Enjang memicu reaksi dari anggota lain dalam grup tersebut. Hingga saat artikel ini ditulis, postingan tersebut telah menerima 290 tanggapan dan 478 komentar. Bahkan, postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 77 kali oleh anggota lainnya.

Dalam foto yang dibagikan oleh Enjang, terlihat dengan jelas bahwa sasis bagian kiri, terutama yang berdekatan dengan standar samping, mengalami karat yang parah hingga mengakibatkan keropos dan bahkan ada yang lepas. Hal yang mencurigakan adalah kilometer pemakaian sepeda motor yang masih terbilang rendah, yaitu hanya sekitar 9 ribuan kilometer atau kurang dari setahun jika digunakan secara normal.

Postingan Enjang ini mengungkapkan bahwa foto-foto tersebut diambil di wilayah Cipanas, Jawa Barat, yang terkenal dengan sejuknya. Meskipun jauh dari pantai, kondisi ini dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang tinggi dan potensi terjadinya pembentukan karat akibat kotoran yang menutupi area tertentu di sepeda motor.

Masalah ini menyoroti pentingnya perawatan dan pemeliharaan kendaraan, terutama di daerah dengan kondisi cuaca yang berbeda-beda. Dalam cuaca yang lembab, bahan-bahan logam dapat lebih rentan terhadap korosi. Oleh karena itu, pemilik sepeda motor harus memeriksa dan merawat kendaraan mereka secara teratur untuk memastikan kelancaran dan keamanan berkendara.

Bagikan: