FIA

TorakID- Tiga hari, ya tiga hari saja sesi tes pramusim F1 2021 yang digelar di Bahrain pada 12-14 Maret membuktikan kalau tim besar bisa keok meski persiapannya cukup besar. Hal ini dibuktikan ketika Max Verstappen memuncaki hari pertama (12/3) dengan catatan waktu 1;30,674. Pebalap Red Bull ini mengasapi Lando Norris dari Mclaren dan Esteban Ocon dari Alpine. Hanya saja, kesialan terjadi di kubu Mercedes ketika Mobil W12 mereka mengalami masalah transmisi saat instalasi dan mengharuskan Mercedes mengganti girboks pada mobil mereka. Karena ini, Bottas yang mendapat jatah sesi pagi hanya melahap enam putaran saja.

Pada hari kedua, Valterri Bottas menyelamatkan muka Mercedes dari hasil memalukan di hari pertama. Pada tes yang dilaksanakan 13 Maret, Pierre Gasly (Alpha Tauri) dan Lance Stroll (Aston Martin) membuntuti Bottas dibelakangnya. Meski memimpin, Mobil W12 yang dikemudikan Bottas masih belum menemukan keseimbangan ideal dan masalah ketahanan mesin menjadi momok mengerikan sepanjang tes pramusim. Baik Mercedes maupun Aston Martin memiliki satu kesamaan masalah yakni girboks yang tidak bekerja dengan baik alias sering macet dalam pergantian gigi.

Hari ketiga atau 14 Maret adalah hari kelabu, dimana Mantan komentator F1, Murray Walker meninggal dunia pada usia 97 tahun. Bagi banyak orang, sosok Murray Walker adalah suara yang mereka rindukan ketika menonton F1. Cara pembawaannya yang eksentrik dan suaranya yang khas membuat balapan F1 menjadi berwarna pada tahun 80 dan 90 an.

Pihak penyelenggara membuat memorabilia di bagian banner elektronik sebagai penghormatan terakhir kepada sang legenda. Di hari terakhir tes pramusim, Verstappen memimpin disusul Yuki Tsunoda dari Alpha Tauri dan Carlos Sainz dari Ferrari. Selanjutnya, Tim-tim akan mempersiapkan diri menuju sesi selanjutnya yakni balapan di Sakhir, Bahrain pada 28 Maret mendatang.