Seorang pengamat otomotif terkemuka dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, telah mengeluarkan seruan mendalam kepada PT Astra Honda Motor (AHM) untuk segera menjalani pengujian laboratorium metalurgi terhadap rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang digunakan pada berbagai model skutik milik perusahaan tersebut.

Menurut laporan, Yannes memandang bahwa uji laboratorium ini sangat penting dalam upaya memastikan kualitas dan keamanan rangka eSAF, dengan tujuan memberikan rasa nyaman dan kepercayaan kepada pemilik serta calon konsumen sepeda motor Honda yang menggunakan teknologi rangka tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari sumber berita Antara pada Sabtu (9/9), Yannes menjelaskan bahwa penelitian laboratorium metalurgi yang dilakukan oleh pihak berwenang dan perusahaan terkait akan memainkan peran sentral dalam mengungkapkan segala aspek kualitas material logam yang digunakan, sekaligus mengevaluasi desain engineering frame eSAF.

Lebih lanjut, Yannes menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam mengawasi kasus ini dengan seksama. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan mampu mewakili masyarakat dan konsumen dalam proses pengujian dan pengungkapan hasilnya, tanpa ada yang disembunyikan atau disalahkan.

“Keterlibatan pemerintah atau lembaga terkait dalam aspek keselamatan ini sangat diperlukan untuk memastikan penemuan atas segala kemungkinan kesalahan yang terjadi. Sejumlah dugaan telah beredar luas di media sosial,” kata Yannes.

Pengamat otomotif ini juga menjelaskan beberapa hipotesis yang berkaitan dengan potensi masalah rangka eSAF. Dia menyebutkan bahwa mungkin terdapat masalah dalam desain struktur yang menggunakan bahan tipis dengan ketebalan kurang dari 2mm, atau spesifikasi logam yang tidak mampu mengatasi korosi. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa lubang pembuangan air yang terlalu kecil dapat menyebabkan masalah seperti karat dan oksidasi pada material logam.

Yannes menyoroti perlunya evaluasi yang cermat dari pihak pemerintah atau lembaga yang memiliki wewenang untuk memastikan keselamatan struktur kendaraan ini dan membuat keputusan yang jelas, baik kepada masyarakat maupun pihak produsen yang terkait. Menurutnya, pengujian metalurgi adalah salah satu langkah penting untuk memahami perilaku fisika dan kimia bahan logam yang digunakan dalam rangka eSAF.

Terakhir, dalam upaya transparansi, Yannes mendesak agar pengujian tersebut dilakukan secara terbuka, memberikan kesempatan kepada masyarakat dan konsumen untuk mengetahui segala masalah yang mungkin ada pada kendaraan Honda yang menggunakan rangka eSAF.

“Semua ini semakin mendesak untuk segera diselesaikan melalui uji struktur dan uji metalurgi, serta berbagai aspek terkait dengan quality control oleh pihak yang berwenang,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, rangka eSAF pertama kali diperkenalkan pada model Honda Genio pada tahun 2019, dan sejak itu telah digunakan pada beberapa model lainnya, termasuk BeAT, BeAT Street, Scoopy, dan Vario. AHM telah mengklaim bahwa rangka ini lebih ringan sekitar 8 persen dibandingkan dengan pendahulunya, serta menawarkan efisiensi ruang yang lebih baik dengan kapasitas luas bagasi hingga 14 liter dan tangki bahan bakar 4,2 liter.

Bagikan: