CX Unofficial Fanclub

TorakID- Dahulu, pabrikan asal Perancis Citroen pernah menawarkan berbagai kendaraan yang dirakit di Indonesia. Bahkan sedan mewah Citroen CX 2400 Pallas pada tahun 1978. Hal ini menarik karena pendahulu CX yaitu seri DS masuk tidak secara resmi, dan awalnya PT Alun sebagai distributor Citroen hanya memasarkan mobil kecil seperti Dyane 6. Tentunya ini juga menjadi indikator bahwa ekonomi Indonesia dirasa cukup untuk menawarkan mobil Eropa .

CX sendiri pertama kali diluncurkan di Paris Motor Show 1974 sebagai penerus seri DS. Seperti pendahulunya, CX memiliki desain yang sangat modern dan aerodinamis, tidak heran nama CX sendiri diambil dari bahasa Perancis coefficient drag (Cd).

Teknologi canggih seperti suspensi hidropneumatik khas Citroen tetap lanjut dipakai. CX mendapatkan fitur DIRAVI yaitu power steering yang dibantu sistem hidropneumatik sehingga membuat manuver mobil menjadi lebih mudah. Untuk pasar tanah air, PT Alun mendapatkan varian mesin 4 silinder 2.347 cc yang ditempatkan secara transversal dan dilengkapi dengan kipas elektrik yang diatur thermostat. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga 115 hp. Yang dipadukan dengan transmisi manual 4 percepatan.

Ada 14 lampu indikator pada panel instrumen yang disusun segaris diantaranya indikator listrik, bahan bakar, suhu mesin, tekanan oli, rem tangan dan hazzard lampu serta sein. Bahkan satu bagian bisa dimonitor beberapa indikator, contohnya oli terdapat indikator tekanan, suhu dan sisa oli di dalam mesin. Pengemudi tidak perlu repot mengecek dipstick karena sisa oli bisa dimonitor dari dalam mobil. 

Seluruh saklar dikelompokan dalam dua bagian yang mudah dijangkau tangan. Saklar untuk lampu yang terdiri dari dimmer, lampu jauh, lampu dekat dan passing lamp dijadikan satu pada sisi kanan. Sedangkan sisi kiri terdapat saklar wiper 2 kecepatan, washer, klakson, hazard dan penunjuk arah. 

Fitur lain yang kerap absen pada mobil dijamannya adalah terdapat dua pilihan klakson dan lampu. Pengemudi bisa menyesuaikan dengan kondisi, contohnya di kota cukup menggunakan klakson elektrik dan lampu dekat, sedangkan di luar kota bisa menggunakan klakson udara dan lampu jauh. 
Sementara konsol tengah menjadi tempat untuk tombol-tombol yang mengatur seperti AC, blower evaporator, regulator hidrolik yang mengatur posisi tinggi mobil dan saklar defogger bagi kaca belakang. 

Sayangnya dengan keunggulan-keunggulan ini, Citroen belum mampu bermain di kelas sedan mewah Indonesia. Pada akhirnya pun PT Alun memfokuskan membuat sedan menengah seperti GS dan BX dan pada akhirnya Citroen berhenti dijual di Indonesia pada awal 90an. Nasib CX pun banyak yang berakhir dikampakan dan cukup sulit mencari CX yang bagus. 

Bagikan: