Mercedes Benz Archive

TorakID- Selama ini kita mengenal kata Evolution untuk Mitsubishi Lancer saja. Tapi diluar itu ada juga mobil lain yang menggunakan tipe ini sebagai tipe terkencang. Mobil itu adalah C Class W201 DTM Evolution.

Seri W201 atau 190E menjadi tonggak Mercedes-Benz dalam membuat sedan eksekutif kompak, Mbah dari C-Class ini juga populer berkat kesuksesannya di balapan DTM melawan musuh bebuyutan E30 M3. 

Awalnya Mercedes-Benz mempersiapkan 190E untuk ikut balap rally Group B dan menggandeng perusahaan engineering legendaris Inggris Cosworth untuk membantu pengembangan mobil terutama mesin, perlu diingat karena tragedi Le Mans 1955, Mercedes-Benz secara resmi berhenti dari aktivitas motorsport dan tidak memiliki tim in house seperti BMW M sehingga membutuhkan bantuan dari perusahaan lain. .

Karena Group B berkembang dengan cepat dan adanya teknologi AWD, maka Mercedes-Benz mengganti prioritas dari rally menjadi balap sirkuit atau tepatnya seri Deutsche Tourenwagen Meisterschaft (DTM). Kala itu DTM menggunakan regulasi Group A yang membutuhkan mobil homologasi sebanyak 2.500 unit.

Akhirnya lahir seri legendaris 190E Cosworth, karena perkembangan kompetisi maka setiap tahun dilansir versi “Evolution” yang berpuncak pada 190E 2.5-16 Evolution II lengkap dengan bodykit lebar, sayap besar dan mesin 4 silinder 2.463 cc yang menghasilkan 232 hp untuk versi jalan raya.

Di lain hal, versi balap dari W201 ini telah dilengkapi modifikasi khusus untuk meningkatkan peforma dan keselamatan sesuai regulasi Grup A. Berbagai perubahan dilakukan untuk menjadi mobil balap seperti pemasangan roll bar, kap mesin dari serat karbon dan untuk menambah aerodinamika terdapat spoiler dan airscoop di depan.

Melihat sosok 190E Evo II yang lebar dan besar, cukup mengejutkan kalau mobil ini hanya memiliki berat 980 kg dalam keadaan kosong. Mesin M102 325/2 4 silinder DOHC 16 silinder dengan sistem injeksi Bosch Motronic M52.71 ini mampu menghasilkan 373 hp dan torsi sebesar 300 Nm. .
Tenaga yang dihasilkan mobil ini sangat merata dari bawah hingga tinggi, belum lagi tenaga puncak yang diraih pada 7.000 rpm saja. Uniknya walaupun mobil balap, mobil ini masih menggunakan catalytic converter dan sensor oksigen sesuai regulasi FIA. Transmisi sekuensial 6 percepatan digunakan untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang. Suspensi mobil telah dilengkapi dengan mechanical differential lock yang menjaga traksi kiri dan kanan. Plat kopling transmisi ini juga dibuat dari serat karbon yang ringan dan lebih tahan dari panas.

Pada bagian suspensi, telah terpasang suspensi yang bisa disetel alias adjustable begitu juga dengan anti roll bar, pada per terdapat beberapa plat pengganjal untuk mengubah ketinggian mobil. Suspensi belakang menggunakan tipe multi link dengan shockbreaker, anti roll bar dan per yang dapat disetel juga. Karena mobil yang bisa melaju hampir 300 km/jam maka mobil ini membutuhkan rem yang tangguh dalam produk buatan AMG sirkuit ganda yang dilengkapi dengan master cylinder independent.

Dengan sistem ini apabila satu sistem rusak maka sistem lain masih bisa berfungsi 80%. Untuk meningkatkan daya pengereman terdapat 4 piston per cakram dan sistem ABS. Untuk mobil secanggih ini cukup menarik bahwa sistem kemudi menggunakan model mekanika recirculating ball dengan power steering dan bukan rack and pinion yang lebih responsif.

190E sendiri berhasil menyumbangkan gelar juara umum DTM untuk Mercedes-Benz yang pertama pada tahun 1992. Tercatat beberapa pembalap legendaris pernah turun di 190E termasuk juara dunia 7 kali F1 Michael Schumacher

Bagikan: