TorakID- Era 90`an merupakan era keemasan untuk dunia permobilan di Indonesia, berbagai merek menelurkan produk-produk variatif dan kebanyakan tidak menyasar pasar homogen. Tidak seperti zaman sekarang dimana kebanyakan merek hanya mengeluarkan model untuk kategori homogen seperti SUV dan MPV. Salah satu merek yang melakukan hal itu adalah Daihatsu yang mengeluarkan Charade, mobil hatchback terlaris di akhir era 80an dan berjaya di awal 90`an. 

Charade Winner merupakan improvement besar yang dilakukan oleh PT Astra Daihatsu terhadap Charade CX terdahulu. Diciptakan dengan satu tujuan, untuk mengembalikan citra Charade yang memburuk pada akhir dekade 1980. Pada rentang tahun 1987-1990, Charade CX selalu berada di peringkat bawah penjualan hatchback kompak di Indonesia. Dibantai habis dengan rivalnya Toyota Starlet dan Suzuki Forsa. Bahkan, ketika Fiat Uno I pertama kali diluncurkan pada akhir tahun 1988, dapat mengalahkan penjualan Charade CX pada tahun berikutnya. Hal itu dapat disimpulkan karena Charade CX tidak memiliki peranti atau perangkat standar yang mumpuni untuk melawan rivalnya, dalam kata lain miskin perlengkapan. Prospek pasar hatchback kompak pada akhir dekade 1980 memang banyak berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya, pada masa ini konsumen cenderung mengharapkan mobil dilengkapi layaknya mobil-mobil yang berada satu kelas diatasnya. Salah satunya adalah opsi mesin yang lebih besar dengan kubikasi 1.300cc.

Dalam tes pemakaian bahan bakar, Winner mendapat angka yang bagus. Dari hasil uji coba redaksi majalah Mobil & Motor, paling irit didapatkan 14,7km/l dan paling boros 9,9km/l, rute campuran dalam kota dan luar kota. Dengan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 37 liter, jika diambil rataan dari kedua konsumsi bbm diatas mobil ini dapat menempuh 450km dalam satu tangki. Terbilang irit untuk mobil yang masih menggunakan karburator. Soal harga pada masa itu, tercatat pada bulan Juli 1992 Winner dibanderol dengan harga 32,5 juta rupiah. Sebagai perbandingan dengan rivalnya, Fiat Uno II sama-sama seharga 32,5 juta, Toyota Starlet 1.3 SE seharga 37,5 juta dan SE Limited seharga 39,5 juta, dan yang terakhir Suzuki Forsa Eleny seharga 33,1 juta rupiah. Winner cukup lama bertengger pada pasar mobil Indonesia, dijual dari tahun 1991 hingga tahun 1998.

Bagikan: