Kategori
Otomotif

Lamborghini Gallardo GT3: Langkah Awal Lamborghini Ikut Balap Gt3

Berto

TorakID- Mungkin ada yang bertanya, kenapa Lamborghini jarang ikut balapan? Kebijakan ini dimulai dari pendiri Lamborghini yaitu Ferruccio Lamborghini yang memang tidak suka balap. Secara resmi dia menganggap balap mobil hanya menguras dana saja, selain itu memang Ferruccio sudah berhenti balap ketika terlibat kecelakaan saat mengikuti balapan Mille Miglia. Hampir tidak ada program balap pabrikan walaupun Countach sempat dihomologasi untuk mengikuti balap Group B. Namun pada saat kepemilikan MegaTech, Lamborghini meluncurkan balap One Make Race Diablo Supertrophy yang menggunakan Diablo SV-R serta prototype Diablo GT1 yang dikembangkan perusahaan Perancis SAT.

Ketika dijaman Audi, selain melanjutkan Diablo SV-R sebagai GTR. Audi meminta sebuah perusahaan asal Austria bernama Reiter Engineering yang didirikan oleh insinyur Hans Reiter untuk mengembangkan mobil balap dibawah regulasi GT1 yang kala itu sedang naik daun. Hasilnya adalah Murcielago R-GT yang bahkan sempat mengikuti Le Mans. Ketika balap GT3 diluncurkan maka lagi-lagi Lamborghini meminta bantuan Reiter untuk mengembangkan mobil balap Gallardo GT3 dan akhirnya mobil ini diluncurkan pada tahun 2007.
.

Secara tampilan Gallardo GT3 memiliki body yang lebih aerodinamis dan terbuat dari serat karbon, termasuk bumper depan dan belakang, side skirt serta sayap baru. Velg yang digunakan naik ke ukuran 20 inci tipe forged. Chassis body diperkuat dan dipasang roll cage standar FIA. Interior mobil juga dibuat telanjang layaknya mobil balap. Dashboard dimodifikasi dengan penambahan panel kontrol yang mengarah ke pengemudi agar mudah dijangkau. Jok model balap yang mudah dilepas juga digunakan untuk mempermudah pergantian mengemudi.


Mesin asli Gallardo V10 4.961 cc menghasilkan 535 hp dan torsi sebesar 510 Nm. Tenaga mesin ini disalurkan ke transmisi sekuensial 6 percepatan semi otomatis. Suspensi menggunakan independent axles with double wishbone, coil springs dan shock absorbers with gas tank. Rem mobil ikut diganti dengan versi balap cakram 8 piston di depan dan cakram 4 piston di belakang. Gallardo GT3 ini cukup sukses dan dikembangkan terus menjadi Gallardo LP560 GT3 pada tahun 2009, Gallardo GT3 FL2 pada tahun 2012 dan terakhir Gallardo Extenso R-EX yang memakai lampu dari Aventador yang terakhir berlaga di kejuaraan internasional pada tahun 2018.

Kesuksesan Gallardo GT3 membuat Lamborghini akhirnya mengembangkan divisi khusus customer racing bernama Squadra Corse. Dimana penerus Gallardo GT3 yaitu Huracan GT3 dikembangkan in house oleh Lamborghini tanpa jasa pihak ketiga seperti Reiter Engineering.